KALABAHI, WARTAALOR.COM – Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya sebuah unggahan di TikTok yang menyeret nama Bupati Alor, Iskandar Lakamau. Unggahan tersebut memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat dan menuai beragam reaksi dari warganet.
Akun TikTok dengan nama @nttbakusikat mengunggah foto yang menampilkan Bupati Alor Iskandar Lakamau bersama dua perempuan yang disebut berinisial YS dan AB. Dalam unggahan tersebut juga disebutkan satu nama lain berinisial EL yang diduga memiliki kedekatan dengan orang nomor satu di Kabupaten Alor tersebut.
Unggahan itu kemudian dengan cepat menyebar dan menjadi perbincangan di berbagai platform media sosial, termasuk Facebook. Sejumlah warganet dari dalam maupun luar Kabupaten Alor turut memberikan komentar beragam terkait konten tersebut.
Diketahui, Bupati Alor Iskandar Lakamau saat ini masih dalam masa pemulihan kesehatan setelah sebelumnya mengalami sakit dan sempat menjalani perawatan intensif. Ia sempat dirawat di Kota Kupang pada Juli 2025, kemudian menjalani perawatan lanjutan di Jakarta selama kurang lebih lima bulan sebelum kembali ke Alor pada November 2025.
Sementara itu, salah satu perempuan yang disebut dalam unggahan tersebut, yakni YS yang diketahui berstatus sebagai aparatur sipil negara (ASN), sebelumnya sempat mengalami keributan di rumahnya. Keributan itu diduga terjadi setelah Bupati Alor datang berkunjung ke rumah YS beberapa waktu lalu dan mendapat protes dari putranya, Gerry Lakakamu.
Gerry kemudian mendatangi rumah YS dan terjadi keributan yang sempat mengundang perhatian warga sekitar.
Merasa terganggu dengan peristiwa tersebut, YS sempat berencana melaporkan kejadian itu ke Kepolisian Resor (Polres) Alor. Namun rencana laporan tersebut akhirnya tidak dilanjutkan setelah kedua pihak sepakat menyelesaikan permasalahan secara damai.
Kapolres Alor AKBP Nur Azhari saat dikonfirmasi membenarkan adanya rencana laporan dari YS terkait keributan yang terjadi di rumahnya.
“Iya, tadi malam ibu YS datang ke Polres untuk melaporkan keributan yang terjadi di rumahnya. Namun laporan tersebut tidak jadi dibuat karena ada bapak Benyamin yang datang untuk menyelesaikan persoalan secara damai, sehingga kedua pihak sepakat berdamai,” jelas Nur Azhari.
Di sisi lain, beredarnya unggahan di media sosial yang menyeret nama Bupati Alor tersebut mendapat perhatian dari kalangan partai politik.
Ketua Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Kabupaten Alor, Gusti Harmo, menilai unggahan tersebut berpotensi merusak nama baik pemerintah daerah maupun pribadi Bupati Alor sebagai pejabat publik.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Alor melalui Bagian Hukum Sekretariat Daerah bersama keluarga besar Lakamau perlu segera mengambil langkah hukum untuk mengklarifikasi informasi yang beredar di media sosial tersebut.
“Sebagai ketua partai pendukung dan juga secara pribadi, saya meminta agar Pemerintah Kabupaten Alor melalui Bagian Hukum Setda Alor bersama keluarga besar Lakamau segera mengambil langkah hukum. Hal ini menyangkut nama baik daerah, karena Bupati adalah jabatan publik,” ujar Gusti kepada wartawan, Sabtu (7/3/2026).
Ia menegaskan bahwa jika informasi yang beredar tersebut tidak segera diklarifikasi, maka dikhawatirkan publik akan menilai informasi tersebut sebagai kebenaran.
“Jika tidak ada klarifikasi dari pihak terkait, maka publik bisa saja mengambil kesimpulan bahwa informasi yang beredar di media sosial itu benar. Karena itu Pemkab harus segera mengambil sikap dengan melaporkan akun-akun media sosial yang menyebarkan informasi yang belum tentu benar,” tegasnya.
Dikutip dari Victory News, Gusti juga meminta aparat penegak hukum menelusuri dugaan percakapan yang beredar dalam unggahan tersebut, yang disebut-sebut melibatkan Bupati Alor dengan salah satu perempuan berinisial AB.
Menurutnya, apabila konten tersebut terbukti merupakan rekayasa atau fitnah, maka pihak yang menyebarkannya harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Jika memang percakapan itu direkayasa, maka pelakunya harus segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku,” katanya.
Ia juga menilai maraknya akun anonim yang menyerang privasi pejabat publik dapat memberikan citra negatif bagi Kabupaten Alor di mata masyarakat luas.
“Oleh karena itu pihak keluarga juga jangan tinggal diam. Ini menyangkut nama baik keluarga besar Lakamau. Jika memang merupakan pencemaran nama baik, maka harus ditindak secara tegas,” pungkasnya. (*)
