ACEH — Ketangguhan Aceh kembali terlihat saat banjir dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah pada akhir 2025.
Respons cepat masyarakat dan pemerintah daerah menunjukkan daya lenting yang tidak lahir secara instan, melainkan tumbuh dari sejarah panjang, budaya yang kuat, serta pengalaman kolektif dalam menghadapi krisis berulang.
Sejak masa kolonial, Aceh dikenal sebagai wilayah dengan tradisi perlawanan yang kokoh.
Perang Aceh pada akhir abad ke-19 membentuk struktur sosial yang solid di bawah kepemimpinan ulama dan tokoh adat.
Warisan tersebut menanamkan mental pantang menyerah dan solidaritas tinggi, nilai yang terus hidup dan menjadi fondasi dalam menghadapi bencana alam.
Ikatan budaya dan agama berperan sebagai perekat sosial yang menjaga kebersamaan warga saat tekanan datang.