Pemerintah Serukan Penguatan Nasionalisme Lawan Tren Bendera Bajak Laut

 

Oleh Rahma Yulia Sari )*

 

Fenomena maraknya penggunaan simbol-simbol asing, termasuk tren bendera bajak laut di ruang-ruang publik dan media sosial, menjadi alarm bagi bangsa Indonesia untuk segera memperkuat rasa nasionalisme. Bendera Merah Putih bukan sekadar kain berwarna merah dan putih, tetapi simbol sah kedaulatan negara sebagaimana diatur dalam Pasal 35 UUD NRI 1945 dan diperkuat oleh Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009. Artinya, memperlakukan bendera negara dengan hormat adalah bagian dari menjaga martabat bangsa. Saat simbol kebangsaan tergeser oleh ikon-ikon populer dari luar negeri, hal itu mencerminkan adanya tantangan serius terhadap ketahanan identitas nasional.

 

Sekretaris Fraksi PKS MPR RI, Johan Rosihan, mengingatkan bahwa budaya global memang tidak seharusnya dimusuhi. Namun, ketika budaya pop asing mulai menggantikan simbol-simbol nasional, Indonesia tengah menghadapi krisis identitas. Generasi muda yang tumbuh di era digital hidup dalam dunia yang tanpa batas, tetapi sebagian belum memiliki fondasi nilai kebangsaan yang kokoh. Di sinilah pentingnya revitalisasi narasi kebangsaan, yakni menyampaikan pesan nasionalisme dalam bahasa yang relevan bagi generasi digital. Merah Putih seharusnya hadir tidak hanya di dinding kelas atau saat upacara, tetapi juga mewarnai ruang-ruang kreatif seperti meme, musik, film, dan konten digital yang mereka nikmati setiap hari.

 

Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, upaya konkret untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Merah Putih terus dilakukan. Di Kalimantan Selatan, Kapolda Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan bersama Gubernur dan Forkopimda membagikan 15.000 bendera Merah Putih kepada masyarakat. Kegiatan ini digelar serentak di seluruh jajaran Polda Kalsel dan akan berlangsung hingga puncak perayaan 17 Agustus. Pembagian bendera ini bukan sekadar formalitas, melainkan ajakan nyata untuk memaknai nilai-nilai nasionalisme yang lahir dari perjuangan, darah, dan air mata para pendiri bangsa.

Bacaan Lainnya

Pos terkait