Oleh: Bara Winatha*)
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya dipandang sebagai kebijakan pemenuhan gizi bagi masyarakat, tetapi juga telah berkembang menjadi penggerak baru bagi ekosistem pertanian nasional. Kehadiran program ini mendorong peningkatan permintaan hasil pertanian, memperluas pasar bagi petani, mempercepat modernisasi sektor pangan, sekaligus membuka ruang keterlibatan generasi muda dalam dunia pertanian berbasis teknologi. MBG menjadi salah satu instrumen strategis yang menghubungkan ketahanan pangan, penguatan ekonomi desa, dan pembangunan sumber daya manusia unggul secara terintegrasi.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan yang biasa dipanggil Zulhas mengatakan bahwa program MBG telah menciptakan pasar yang jelas bagi petani sehingga mendorong meningkatnya minat generasi muda untuk masuk ke sektor pertanian. Dunia pertanian kini tidak lagi dipandang sebagai pekerjaan tradisional yang identik dengan pekerjaan berat dan penghasilan rendah. Kehadiran pasar yang stabil melalui MBG membuat aktivitas pertanian menjadi lebih menjanjikan dan bernilai ekonomi tinggi.
Ia menjelaskan bahwa generasi muda mulai melihat pertanian sebagai sektor masa depan karena adanya kepastian penyerapan hasil panen. Dengan adanya kebutuhan bahan pangan dalam jumlah besar untuk mendukung MBG, petani memperoleh jaminan pasar yang lebih stabil dibandingkan sebelumnya. Kondisi ini menciptakan optimisme baru di kalangan petani muda yang selama ini ragu untuk menekuni sektor pertanian.
Zulhas juga mengatakan bahwa perkembangan teknologi pertanian modern menjadi faktor penting yang membuat generasi muda semakin tertarik pada sektor ini. Anak-anak muda lebih cepat beradaptasi dengan teknologi sehingga mampu memanfaatkan berbagai perangkat modern untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Saat ini berbagai teknologi seperti sensor tanah, sistem penyiraman otomatis, hingga pemantauan lahan berbasis aplikasi telepon genggam mulai digunakan dalam praktik pertanian sehari-hari. Teknologi tersebut membuat proses produksi menjadi lebih efisien, hemat biaya, dan lebih mudah dikendalikan.