MBG Dorong UMKM Lokal Tumbuh di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Oleh : Ricky Rinaldi

Dalam kondisi ekonomi global yang penuh tantangan, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya menjadi solusi pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga terbukti efektif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Program ini menciptakan efek ganda: menekan angka kekurangan gizi sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat akar rumput, mulai dari petani, nelayan, hingga pelaku UMKM pengolahan pangan.

Di berbagai daerah, pelaksanaan MBG telah menjadi momentum perputaran ekonomi baru. UMKM lokal yang selama ini menghadapi kendala akses pasar, kini mendapatkan kepastian permintaan secara rutin karena menjadi bagian dari rantai pasok menu makanan sehat harian. Sejumlah pelaku usaha kecil yang terlibat melaporkan peningkatan produksi hingga dua kali lipat, didorong oleh kepastian penyerapan bahan baku dari Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) di tiap kabupaten/kota.

Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi, menyatakan bahwa BRI ikut memperkuat peran UMKM dalam ekosistem MBG melalui akses pembiayaan. Ia menilai bahwa program MBG bukan hanya sekadar pemenuhan gizi, tetapi juga membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi lokal. Menurutnya, kehadiran perbankan seperti BRI diperlukan untuk memastikan pelaku UMKM yang terlibat dalam program ini dapat tumbuh secara sehat dan berkelanjutan.

Komitmen BRI terhadap UMKM dalam ekosistem MBG diwujudkan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) secara khusus kepada koperasi maupun pelaku usaha binaan yang menjadi bagian dari rantai pasok program. Dukungan ini diyakini menjadi katalis pertumbuhan UMKM agar lebih kompetitif dan memiliki akses pasar berkelanjutan. Tak hanya itu, BRI juga menyediakan pendampingan usaha, digitalisasi transaksi, dan pelatihan manajemen untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha.

Dampak positif MBG juga tercermin dari peningkatan pendapatan petani dan pelaku usaha pangan lokal. Redy Hendra Gunawan, Staf Khusus Badan Gizi Nasional (BGN), menyampaikan bahwa keberadaan program ini telah berdampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat desa. Ia mengungkapkan bahwa omzet petani lokal meningkat secara signifikan, dari sebelumnya sekitar Rp100 ribu per hari menjadi Rp700 ribu. Selain itu, UMKM pengolah ikan seperti bandeng mengalami peningkatan produksi hingga tiga kali lipat, disertai kenaikan serapan tenaga kerja hampir dua kali lipat dalam rangka memenuhi permintaan dari program MBG.

Pos terkait