Dengan demikian, maka perbedaan latar belakang seperti agama, budaya dan etnis justru akan semakin memperkaya satu sama lain dan mampu menciptakan pemimpin masa depan bangsa yang bisa bertindak lokal dan berpikir global.
Pembangunan AMN Manado sendiri sejauh ini sudah sangat ideal karena nantinya bukan hanya menjadi tempat hunian bagi para mahasiswa asal Manado saja, melainkan juga mereka yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia.
Hal tersebut mewujudkan pembangunan Indonesia yang majemuk, lantaran menggunakan kolaborasi melalui dunia pendidikan yang bercirikan inklusif. Sehingga juga menjadikan kualitas sumber daya manusia (SDM) muda semakin berkarakter kebangsaan.
AMN di Manado itu bisa menjadi sebuah kawah candradimuka bagi seluruh anak muda generasi penerus bangsa. Oleh karenanya, berbagai pihak mendukung penuh adanya pembangunan asrama serupa hingga ke berbagai wilayah atau titik menyebar di seluruh Tanah Air.
Karena keberadaan suatu hunian yang inklusif tersebut, maka menjadikan generasi muda yang berasal dari kalangan mahasiswa dapat saling memahami dan menerima budaya serta kultur masing-masing dari mereka yang saling berbeda.
Penerimaan dan pemahaman kultur yang saling berbeda tersebut mampu membentuk sebuah komitmen kuat bersama. Seluruh mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah serta latar belakang tersebut, dalam AMN Manado sama sekali tidak akan kehilangan jati diri asli mereka.
Justru, kekhasan dari masing-masing daerah yang mereka miliki akan mampu semakin menonjol karena terdapat praktik cross culture di Asrama Mahasiswa Nusantara dan bukan meleburkan identitas para penghuninya, tetapi justru semakin memperkaya keragaman budaya mereka.