Menurut dia, PCNU Kabupaten Alor dalan rangka memeriahkan hari lahir NU Satu Abad ini juga telah melakukan kegiatan Porseni Sepak Bola U13 di Desa Dulolong Kecamatan Alor Barat Laut. Dan hal yang sangat membanggakan adalah kegiatan ini mendapat dukungan pemerintah dan masyarakat Desa Dulolong.
“Terima kasih Bapak Kepala Desa Dulolong Muhamad Palae, GP Anshor/Banser NU Kabupaten Alor, juga dengan semangat anak-anak muda di tahun ini telah melakukan DTD (Diklat Terpadu Dasar). Terima kasih banyak saya sampaikan juga kepada Bapak Dandim 1622 Alor dan Bapak Kapolres Alor yang telah menjadi pemateri pada kegiatan yang telah kami lakukan sebagai Syarat untuk terbentuknya PC GP Anshor/Banser NU tahun 2023 di Kabupaten Alor,” tandasnya.
Menurut Latif, masih banyak kegiatan yang dilakukan lembaga/banom lain yang tidak Ia sebutkan satu persatu. Seperti PC Serikat Nelayan NU Kabupaten Alor, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim NU Kabupaten Alor dan PC LAZISNU Kabupaten Alor.
Diakhir sambutannya, Latif Daka mengatakan, dengan berbagai dinamika kehidupan sekarang ini, PCNU Kabupaten Alor memberikan apresiasi atas kehadiran dan kebersamaan kita malam ini. Dengan momentum perayaan 1 Abad NU ini, kami kaum Nahdiyin akan memberikan bukti kepada Ummat Islam dan juga kepada masyarakat Alor bahwa NU tetap istikomah ASWAJA (Ahlussunnah wal jamaah).
“Biarlah zaman serba cepat, biarlah yang lainya serba baru. Namum aqidah kita adalah Ahlussunnah Wal Jamaah dan akan memberikan kontribusi pikiran, ide ide cemerlang dan kerja-kerja nyata kepada pemerintah daerah untuk membangun Kabupaten Alor yang Nasionalis, Pluralis, Toleran dan Cinta Damai,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Alor, Imran Duru, S.Pd, M.Pd dalam sambutannya juga mengatakan organisasi NU dalam perjalanan Satu Abad telah konsisten membantu pemerintah dalam merawat keberagaman budaya bangsa. Karena itu, Ia harapkan hal positif yang sudah diwariskan oleh para leluhur terus kita tingkatkan bagi generasi penerus bangsa.
Menurut Imran Duru, dalam tahun 2023 ini terjadi dua momentum besar keagamaan yakni hari lahir Satu Abad NU dan Satu Abad Injil masuk Pulau Pura yang tidak lama lagi akan dirayakan juga. Ia berharap, melalui peringatan hari lahir kedua organisasi keagamaan itu dapat dimaknai dengan mengingat kembali perjuangan para pejuang kemerdekaan RI.
Seperti pantauan Wartawan, Malam Resepsi 1 Abad Nahdlatul Ulama ini diisi juga Haul Gus Dur dan Festival Seni Budaya Islam. Dimana kesempatan itu, perwakilan warga Tionghoa, Pendeta Kristen dan Romo dari Katolik memberikan testimoni kisah sosok Gus Dur atau Dr. K.H. Abdurrahman Wahid sebagai Bapak Pluralisme semasa menjabat Presiden RI ke-4 tahun 1999 – 2001. ***(joka)
