JAKARTA — Dalam memperingati Sumpah Pemuda 28 Oktober 2026, pemerintah terus mengoptimalkan pendidikan dan pemberdayaan pemuda melalui pengembangan perguruan tinggi, penyiapan kebijakan perluasan akses kuliah, serta penguatan organisasi kepemudaan. Langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan keterampilan, mengembangkan kemandirian, dan memperluas peran generasi muda dalam pembangunan nasional.
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menempatkan pengembangan sumber daya manusia sebagai investasi menuju Indonesia yang maju dan berdaya saing. Semangat Sumpah Pemuda diharapkan terwujud melalui karya nyata, inovasi, serta partisipasi aktif dalam kehidupan masyarakat.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan komitmen pemerintah dalam mempersiapkan calon pemimpin masa depan yang memiliki kemampuan akademis, integritas, dan semangat kebangsaan.