Menjaga kepercayaan investor di bursa efek merupakan manifestasi dari kepemimpinan ekonomi yang responsif, adaptif, dan berwawasan masa depan. Pemerintah menyadari bahwa dinamika pasar modal sangat sensitif terhadap isu rumor dan sentimen global, sehingga kehadiran regulator yang cekatan dalam merilis kebijakan penyeimbang sangat dibutuhkan. Ketegasan pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam memperketat pengawasan perdagangan, menindak tegas praktik manipulasi pasar, serta menyempurnakan mekanisme buyback saham tanpa rapat umum pemegang saham (RUPS) saat situasi darurat merupakan instrumen hukum yang sangat krusial untuk mencegah penurunan harga saham secara drastis.
Menurut Suahasil, penguatan daya tahan pasar modal ini juga diimbangi dengan percepatan perluasan basis investor domestik (retail investors) di seluruh wilayah tanah air. Dominasi investor lokal yang kian tumbuh pesat menjadi peredam kejutan alami yang menjaga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tetap stabil ketika arus modal asing mengalami fluktuasi sementara akibat penyesuaian portofolio global.
Sinergi respons cepat dalam menjaga ketahanan ekonomi ini berjalan selaras dengan upaya pembentukan daya saing industri dan penciptaan nilai tambah investasi riil. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengatakan stabilitas pasar modal memiliki keterkaitan langsung dengan daya tarik investasi portofolio dan investasi langsung (Foreign Direct Investment) di Indonesia. Menurutnya, kepastian hukum serta transparansi tata kelola bursa saham yang kuat menjadi pertimbangan utama para investor global dalam menanamkan modalnya pada proyek-proyek strategis nasional, khususnya industri hilirisasi pertambangan, energi hijau, dan manufaktur berteknologi tinggi.
Rosan memaparkan bahwa Kementerian Investasi dan Hilirisasi terus mendorong lebih banyak perusahaan skala besar dan BUMN yang telah melakukan hilirisasi untuk melantai di Bursa Efek Indonesia melalui mekanisme penawaran umum perdana (Initial Public Offering / IPO). Langkah pencatatan saham korporasi strategis ini tidak hanya memperdalam kapitalisasi pasar modal nasional, tetapi juga memberikan kesempatan luas bagi masyarakat untuk menikmati hasil pertumbuhan industri hilirisasi melalui kepemilikan saham publik yang akuntabel dan memberikan dividen menjanjikan.