Dalam pelaksanaannya, efisiensi membutuhkan ketelitian agar pengurangan belanja tidak mengganggu layanan penting. Pemerintah perlu membedakan kegiatan yang dapat ditunda, disederhanakan, atau digabungkan dengan program yang harus terus berjalan. Prinsip tersebut memungkinkan penghematan dilakukan secara selektif, sekaligus menjaga kesinambungan pelayanan publik dan aktivitas ekonomi di berbagai daerah.
Komitmen penghematan juga telah menjadi bagian dari agenda pemerintahan sebelumnya. Dalam Indonesia Economic Outlook 2026, Presiden Prabowo mengatakan pemerintah telah mencatat penghematan anggaran lebih dari Rp300 triliun pada tahun pertama pemerintahannya. Presiden menjelaskan pengurangan belanja tidak produktif, termasuk perjalanan dinas dan kegiatan seremonial berlebihan, membuka peluang pengalihan anggaran menuju program yang lebih bermanfaat bagi masyarakat.
Selain pengelolaan APBN, Presiden Prabowo menekankan pentingnya melindungi kekayaan alam Indonesia. Menurut Presiden, persaingan geopolitik dunia menuntut setiap negara memperkuat kemampuan bertahan dan menjaga kepentingan nasional. Kekayaan sumber daya alam dipandang sebagai modal strategis yang harus dikelola secara bertanggung jawab agar manfaatnya dapat dinikmati rakyat dan mendukung ketahanan negara dalam jangka panjang.
Presiden juga mengingatkan situasi internasional semakin menempatkan kekuatan dan kepentingan nasional sebagai pertimbangan utama. Karena itu, pemerintah memandang penguatan ketahanan dalam negeri perlu berjalan beriringan dengan hubungan baik bersama negara lain. Kebijakan luar negeri yang mengedepankan persahabatan tetap dipertahankan, sementara perlindungan sumber daya dan kepentingan rakyat menjadi landasan pengambilan keputusan.
Oleh karena itu, penghematan anggaran dan perlindungan kekayaan alam merupakan dua agenda yang saling melengkapi. Anggaran yang dikelola secara efisien membantu negara mempertahankan kemampuan pembiayaan, sedangkan pengelolaan sumber daya yang baik memperkuat fondasi ekonomi. Pencegahan kebocoran penerimaan, peningkatan nilai tambah produksi, dan pengawasan pemanfaatan kekayaan nasional menjadi unsur penting untuk memastikan hasil pembangunan lebih luas dirasakan masyarakat.