Jakarta – Pemerintah memperluas skala penanganan darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan memprioritaskan perlindungan kesehatan masyarakat dari paparan kabut asap pekat. Kebijakan ini diambil menyusul peningkatan indeks kualitas udara yang memburuk di sejumlah wilayah Sumatra dan Kalimantan akibat meluasnya titik api.
“Pemenuhan kebutuhan medis dan logistik harus dieksekusi sesegera mungkin. Kita semua harus bergerak bersama mengambil langkah cepat dan sigap untuk mengatasi ancaman kesehatan yang dihadapi masyarakat terdampak Karhutla,” ujar Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sugiono.
Langkah perluasan bantuan ini dibahas dalam rapat koordinasi lintas sektoral yang mempertemukan pemangku kebijakan pusat dan daerah guna merumuskan respons terpadu. Fokus utama pertemuan tersebut adalah memastikan jalur distribusi logistik medis tidak mengalami hambatan birokrasi di tingkat kabupaten maupun kota.