Peringati Sumpah Pemuda, Pemerintah Rangkul Aspirasi dan Perkuat Kolaborasi

Ketua DPW Perkumpulan Gerakan Kebangsaan Banten Muhamad Syamsul Hidayat turut menyoroti pentingnya keterlibatan pemuda dalam evaluasi program prioritas. Penyusunan rekomendasi dan pengawasan kebijakan merupakan bentuk partisipasi yang dapat memperkuat akuntabilitas publik. Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike mengingatkan agar perayaan Sumpah Pemuda tetap memperhatikan masyarakat yang sedang menghadapi musibah.

Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus menyoroti peran organisasi kepemudaan berbasis komunitas, termasuk Karang Taruna. Kedekatan organisasi lokal dengan persoalan warga dapat membantu menjembatani aspirasi masyarakat dan pelayanan pemerintah.

Kesempatan tersebut harus menjangkau pemuda desa, pekerja informal, pencari kerja, penyandang disabilitas, serta mereka yang tinggal di wilayah dengan akses pendidikan terbatas. Tantangan setiap kelompok berbeda sehingga rancangan program memerlukan data akurat, pendampingan, dan pelibatan komunitas. Pemerataan berarti memastikan kelompok yang paling sulit dijangkau turut memperoleh manfaat.

Forum kepemudaan telah banyak menghasilkan tindak lanjut yang dapat dipantau, bukan berhenti pada seremoni. Usulan peserta, peluang kemitraan, dan hasil kolaborasi sebaiknya terdokumentasi agar kontribusi pemuda berkembang setelah peringatan selesai secara berkelanjutan.

Pembangunan pemuda juga telah mewarnai ruang demokratis bagi diskusi, kritik, advokasi, dan demonstrasi damai. Perbedaan pandangan dapat dikelola melalui dialog terbuka, argumentasi berbasis bukti, serta komitmen menghindari kekerasan. Partisipasi bermakna mensyaratkan tindak lanjut yang jelas terhadap usulan masyarakat.

Sumpah Pemuda mengingatkan bahwa persatuan bukan sekadar ikrar sejarah, melainkan kerja bersama lintas generasi. Ketika negara memperluas kesempatan dan pemuda memperoleh ruang untuk berkarya, berinovasi, serta menyampaikan aspirasi, fondasi pembangunan sosial semakin kuat. Semangat patriotik, gigih, dan berempati dapat terus menghidupkan kolaborasi menuju Indonesia yang produktif, inklusif, dan berdaya saing.

*) Pemerhati Pembangunan Sosial

Bacaan Lainnya

Pos terkait