Di sisi lain, besarnya jumlah penduduk Indonesia dinilai menjadi kekuatan tersendiri dalam menghadapi tekanan ekonomi global. Pasar domestik yang luas memungkinkan konsumsi masyarakat tetap menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, potensi tersebut harus didukung peningkatan produktivitas, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan kemampuan masyarakat memperoleh penghasilan secara berkelanjutan.
Wilson berpandangan ketahanan ekonomi jangka panjang tidak cukup hanya mengandalkan konsumsi domestik. Pemerintah perlu memastikan masyarakat memiliki kesempatan kerja yang produktif dan pendapatan yang lebih pasti. Kondisi tersebut dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat dalam mengambil keputusan ekonomi, mulai dari memenuhi kebutuhan sehari-hari hingga merencanakan pembelian rumah dan investasi masa depan.
Dalam upaya meningkatkan nilai tambah nasional, Wilson juga menyoroti pentingnya percepatan hilirisasi industri. Indonesia dinilai perlu mengurangi ketergantungan terhadap ekspor bahan mentah dengan memperluas pengolahan sumber daya alam menjadi produk setengah jadi maupun barang jadi yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Menurutnya, pengembangan industri pengolahan mineral, hasil perkebunan, dan berbagai komoditas unggulan dapat membuka peluang investasi sekaligus menciptakan lapangan kerja. Kebijakan hilirisasi juga perlu didukung regulasi yang memberikan kemudahan bagi pelaku usaha, akses pembiayaan perbankan, serta kepastian dalam menjalankan kegiatan produksi.
Wilson mengingatkan bahwa keberhasilan hilirisasi sangat bergantung pada kualitas iklim investasi. Hambatan perizinan, persoalan lahan, biaya tambahan di luar ketentuan, dan ketidakpastian usaha perlu mendapat perhatian serius. Perbaikan kondisi tersebut diperlukan agar investor domestik maupun asing memiliki keyakinan untuk mengembangkan industri di Indonesia.
Selain sektor manufaktur, Indonesia juga mempunyai peluang memperkuat keunggulan ekonomi melalui industri kreatif, kebudayaan, dan pariwisata. Kekayaan budaya serta potensi destinasi wisata dapat dikembangkan menjadi sumber nilai tambah yang memperluas kesempatan usaha dan meningkatkan pendapatan masyarakat.