Guru Besar FEB UKI: Hilirisasi Industri dan Penguatan SDM Dorong Nilai Tambah Ekonomi Indonesia

Jakarta – Penguatan hilirisasi industri dan kualitas sumber daya manusia menjadi langkah penting untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi Indonesia. Kedua strategi tersebut dinilai mampu memperkuat daya saing nasional, membuka lapangan kerja, serta mengurangi ketergantungan terhadap ekspor bahan mentah.

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Kristen Indonesia (FEB UKI), Prof. Wilson Rajagukguk, mengatakan pemerintah telah menunjukkan upaya serius dalam mengembangkan industri pengolahan. Namun, keberhasilan hilirisasi tetap membutuhkan regulasi yang mendukung dan iklim investasi yang kondusif.

“Saya melihat, pemerintah sekarang ini, ada usaha yang luar biasa sekarang itu,” ujar Wilson.

Menurutnya, Indonesia perlu mengolah hasil pertambangan dan perkebunan menjadi produk bernilai lebih tinggi. Langkah tersebut memungkinkan manfaat ekonomi tidak berhenti pada penjualan bahan baku, tetapi juga dirasakan melalui kegiatan produksi dan penyerapan tenaga kerja.

Pos terkait