Ia juga menekankan pentingnya menjaga kepercayaan terhadap pengelolaan keuangan negara.
Suahasil menyatakan bahwa APBN harus mampu menjalankan fungsi pembangunan dan perlindungan masyarakat. Ia menegaskan, “APBN-nya menumbuhkan, APBN-nya melindungi masyarakat, APBN-nya harus bisa dipercaya.”
Menurutnya, kredibilitas fiskal merupakan modal penting untuk menjaga kepercayaan pasar sekaligus mendukung aktivitas ekonomi nasional.
“APBN harus dijalankan dengan cukup fleksibel, karena harus bisa beradaptasi dengan yang namanya kondisi dunia yang berubah,” ujarnya.
Fleksibilitas tersebut diperlukan agar pemerintah mampu merespons gejolak geopolitik, perubahan harga komoditas, dan tantangan ekonomi global tanpa mengabaikan kesehatan fiskal.
Sinergi pemerintah dan BI menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas rupiah dan memperkuat daya tahan ekonomi Indonesia. Melalui kebijakan yang terkoordinasi, pengelolaan APBN yang kredibel, serta langkah stabilisasi moneter yang konsisten, Indonesia terus memperkuat kepercayaan masyarakat dan investor demi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. (*)