Pemerintah Dorong Transaksi Mata Uang Lokal untuk Perkuat Ekonomi dan Rupiah

Jakarta – Pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) terus mendorong perluasan penggunaan mata uang lokal dalam transaksi perdagangan dan investasi internasional. Kebijakan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional, menjaga stabilitas rupiah, serta mengurangi ketergantungan terhadap mata uang negara ketiga di tengah ketidakpastian ekonomi global. Komitmen tersebut ditegaskan dalam rangkaian Pertemuan Tahunan International Monetary Fund (IMF) dan Bank Dunia, termasuk pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral negara G20, di Bangkok, Thailand.

Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti menekankan pentingnya penguatan kerja sama internasional melalui perluasan skema Local Currency Transaction (LCT). Mekanisme ini memungkinkan transaksi lintas negara menggunakan mata uang masing-masing mitra sehingga dapat mengurangi risiko akibat fluktuasi nilai tukar global.

Melalui kebijakan tersebut, pemerintah berupaya menciptakan sistem perdagangan internasional yang lebih efisien sekaligus memperkuat daya saing pelaku usaha Indonesia. Penggunaan mata uang lokal juga berpotensi menekan biaya konversi valuta asing dan mendukung stabilitas pasar keuangan domestik.

Pos terkait