Pernyataan tersebut memperlihatkan pentingnya sinergi kebijakan moneter dan sektor riil, khususnya untuk meningkatkan ekspor serta memperkuat pasokan devisa nasional.
Dalam menghadapi dinamika pasar keuangan, Destry menegaskan bahwa “keputusan suku bunga akan bergantung pada data” sehingga kebijakan moneter dapat disesuaikan dengan perkembangan inflasi, nilai tukar, dan kondisi ekonomi.
Pendekatan tersebut sekaligus menjaga kredibilitas BI dalam menjalankan mandat stabilitas moneter secara terukur.
Dari sisi fiskal, Menteri Keuangan Suahasil Nazara memastikan APBN tetap menjadi instrumen penting untuk menjaga ketahanan ekonomi.
“Indonesia telah sangat kredibel dalam 20–25 tahun terakhir,” ujar Suahasil.