2027 Berhenti Bergantung Pada LPG Impor, CNG Jadi Energi dari Negeri Sendiri

Founder sekaligus Advisor ReforMiner Institute, Pri Agung Rakhmanto, menilai pemanfaatan gas bumi secara lebih luas melalui CNG dan jaringan gas rumah tangga berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi negara maupun masyarakat. Penggunaan sumber energi domestik dapat membantu menghemat devisa, sementara efisiensi biaya energi berpeluang memperkuat daya tahan usaha kecil. Menurut pandangan tersebut, manfaat pengembangan gas bumi akan semakin besar apabila didukung kebijakan yang konsisten, kepastian pasokan, dan infrastruktur yang memadai.

Pengembangan CNG juga dapat melengkapi jaringan gas yang belum menjangkau seluruh wilayah. Distribusi melalui sistem virtual pipeline memungkinkan gas diangkut menggunakan sarana khusus menuju kawasan yang belum terhubung dengan jaringan pipa konvensional. Pendekatan ini dapat menjadi pilihan bagi kawasan permukiman dan pelaku usaha tertentu, sepanjang tersedia pasokan yang memadai serta perhitungan biaya distribusi yang sesuai dengan karakteristik wilayah.

Kepastian pasokan gas dalam jangka panjang menjadi faktor lain yang menentukan keberlanjutan program. Pemerintah perlu menyelaraskan ketersediaan gas dari hulu dengan kebutuhan pengguna, termasuk menetapkan mekanisme alokasi dan harga yang mendukung pemanfaatan untuk pelayanan publik. Kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, badan usaha, dan pelaku industri juga dibutuhkan agar pengembangan infrastruktur serta distribusi tidak berjalan sendiri-sendiri.

Target penerapan CNG tabung 3 kg pada 2027 membuka peluang bagi Indonesia untuk memperbesar peran gas bumi domestik dalam memenuhi kebutuhan energi. Apabila persiapan teknis, skema bisnis, dan distribusi selesai dengan baik, CNG berpotensi menjadi salah satu langkah nyata untuk mengurangi ketergantungan pada LPG impor dan memperkuat ketahanan energi dari sumber daya negeri sendiri.

)* Pengamat Ekonomi dan Energi

Pos terkait