Presiden Prabowo dan Mesir Membuka Babak Baru Ekonomi serta Pertahanan Strategis

Selain perdagangan dan investasi, industri pertahanan menjadi salah satu pilar penting dalam kemitraan baru tersebut. Indonesia dan Mesir sepakat meningkatkan kerja sama industri pertahanan, memperluas pendidikan dan latihan bersama, serta mendorong pertukaran kunjungan pimpinan dan pakar kedua negara.

Presiden Mesir, Abdel Fattah el-Sisi memandang penguatan hubungan bilateral sebagai peluang untuk memperluas koordinasi dan kerja sama strategis antara kedua negara. Melalui kemitraan tersebut, Indonesia dan Mesir berkomitmen memperkuat hubungan pertahanan dan keamanan serta meningkatkan kapasitas nasional masing-masing melalui kolaborasi yang disepakati bersama.

Kerja sama pertahanan ini memiliki arti penting karena penguatan kemampuan nasional tidak hanya bergantung pada pengadaan peralatan, tetapi juga pengembangan sumber daya manusia, pertukaran pengetahuan, dan peningkatan kapasitas industri. Pendidikan serta latihan bersama dapat menjadi sarana memperkuat kompetensi personel, sementara hubungan antarpakar membuka peluang pertukaran pengalaman dan teknologi sesuai kebutuhan kedua negara.

Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Mesir terhadap kapal-kapal TNI Angkatan Laut yang bertugas menjalankan misi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di kawasan Timur Tengah. Dukungan fasilitas bagi pelaksanaan misi tersebut mencerminkan pentingnya kerja sama praktis dalam menunjang tugas internasional dan menjaga kesinambungan operasi perdamaian.

Pada sektor kelautan dan perikanan, Indonesia dan Mesir sepakat memperkuat kolaborasi dalam pembangunan berkelanjutan, konservasi sumber daya laut, pemberantasan penangkapan ikan ilegal, serta pertukaran pengetahuan dan keahlian. Kerja sama ini membuka ruang bagi kedua negara untuk berbagi pengalaman mengenai pengelolaan perikanan, pengawasan wilayah laut, dan pemanfaatan sumber daya secara bertanggung jawab.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono menjadi salah satu pejabat yang terlibat dalam penguatan kerja sama tersebut melalui penandatanganan nota kesepahaman bidang kelautan dan perikanan bersama pihak Mesir. Kesepakatan ini memberikan landasan bagi pengembangan program kolaborasi yang dapat mendukung tata kelola perikanan, pertukaran keahlian, serta pengelolaan sumber daya laut secara berkelanjutan.

Pos terkait