Presiden Prabowo dan Mesir Membuka Babak Baru Ekonomi serta Pertahanan Strategis

Oleh : Samuel Setiawan )*

Hubungan Indonesia dan Mesir memasuki babak baru melalui penguatan kemitraan strategis yang mencakup ekonomi, perdagangan, investasi, industri pertahanan, pendidikan, serta kelautan dan perikanan. Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Republik Arab Mesir Abdel Fattah el-Sisi di Istana Merdeka, Jakarta, pada 11 Oktober 2026, menjadi momentum untuk menerjemahkan hubungan diplomatik kedua negara menjadi kerja sama yang lebih konkret.

Kunjungan kenegaraan Presiden El-Sisi pada 10 – 11 Oktober 2026 tersebut merupakan kelanjutan dari rangkaian pertemuan tingkat tinggi yang sebelumnya berlangsung di Mesir. Kedua negara menyepakati penguatan kemitraan strategis yang telah ditingkatkan pada April 2025, dengan menempatkan kepentingan bersama dan manfaat bagi masyarakat sebagai landasan hubungan bilateral.

Presiden Prabowo Subianto menilai penguatan hubungan dengan Mesir perlu diwujudkan melalui kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi kedua negara. Menurut Presiden, perluasan hubungan di bidang ekonomi, investasi, pertahanan, dan pendidikan menjadi bagian dari upaya membangun kemitraan yang lebih produktif sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam hubungan internasional.

Di bidang ekonomi, kedua negara mendorong pembentukan Economic Partnership Agreement (EPA) untuk memperluas akses pasar, mempermudah keterlibatan dunia usaha, dan membuka peluang investasi baru. Kesepakatan tersebut menjadi langkah penting untuk meningkatkan hubungan perdagangan yang selama ini memiliki ruang pengembangan, terutama melalui perluasan pasar bagi produk unggulan masing-masing negara.

Indonesia memiliki potensi produk industri, pertanian, makanan olahan, dan komoditas kelautan yang dapat dikembangkan di pasar Mesir. Sebaliknya, hubungan perdagangan yang lebih erat juga membuka kesempatan bagi pelaku usaha Indonesia untuk menjajaki jaringan distribusi di kawasan Afrika Utara dan Timur Tengah.

Kedua negara turut menyambut inisiatif pembentukan Joint Investment Fund atau Dana Investasi Bersama oleh lembaga investasi masing-masing. Skema ini diarahkan untuk mendukung proyek-proyek strategis dan memperkuat keterlibatan investor dalam kegiatan ekonomi produktif. Implementasinya akan membutuhkan penentuan proyek prioritas, pengaturan pembiayaan, serta mekanisme pengawasan agar investasi memberikan manfaat yang terukur.

Bacaan Lainnya

Pos terkait