Sekolah Rakyat Dorong Kesetaraan lewat Pembelajaran Fleksibel dan Inklusif

“Di sekolah rakyat, asesmen bukan formalitas administratif. Asesmen adalah yang menentukan dukungan belajar seperti apa yang diberikan, pengasuhan seperti apa yang dibutuhkan, dan rehabilitasi sosial seperti apa yang harus dijalankan untuk setiap anak,” kata Gus Ipul.

Ia menjelaskan, hasil asesmen perlu menjadi rujukan bagi guru, wali asuh, wali asrama, dan Sentra Kemensos dalam memberikan layanan kepada siswa. Pemetaan tersebut diharapkan membantu sekolah menyesuaikan proses pembelajaran dengan perkembangan masing-masing peserta didik.

“Tanpa asesmen yang benar, guru bisa salah mengajar, wali asuh bisa salah mendampingi. Maka seluruh proses yang akan saya jelaskan ini sesungguhnya berputar pada satu poros, data dan asesmen yang akurat tentang setiap anak,” ujarnya.

Pos terkait