Upaya tersebut antara lain diwujudkan melalui program Sekolah Rakyat yang ditujukan untuk membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Selain memberikan kesempatan belajar, sistem pendidikan berasrama dirancang untuk menanamkan nilai kedisiplinan, kemandirian, dan kebersamaan kepada peserta didik.
“Jadi anak-anak jalanan yang belum pernah terjangkau itu dimasukkan ke dalam sekolah yang dormitory dan lain-lain. Di situ mereka diajarkan bagaimana disiplin, bagaimana kebersamaan. Sehingga kualitasnya nanti bisa sama,” ucap Eka.
Sekolah Rakyat menyasar anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang memiliki keterbatasan dalam mengakses pendidikan. Sekolah Rakyat juga diarahkan menjangkau anak-anak yang berisiko putus sekolah atau belum memperoleh akses pendidikan secara optimal. Dengan lingkungan belajar yang terintegrasi, peserta didik diharapkan mendapatkan dukungan untuk berkembang secara akademik maupun sosial.
Penguatan Sekolah Rakyat menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan yang lebih inklusif. Melalui akses pendidikan yang luas dan dukungan pembelajaran yang menyeluruh, pemerintah berupaya menciptakan kesempatan yang setara bagi seluruh anak Indonesia sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia nasional.