Sinyal Ekonomi Menguat Jadi Modal Menjaga Kepercayaan Pasar dan Rakyat

Hubungan ekonomi Indonesia dengan Amerika Serikat juga menunjukkan prospek yang positif. Pada semester I 2026, ekspor Indonesia ke Amerika Serikat mencapai 15,85 miliar dolar AS dengan surplus perdagangan sebesar 8,56 miliar dolar AS. Sementara itu, investasi dari Amerika Serikat mencapai 1,72 miliar dolar AS. Capaian tersebut memperlihatkan posisi Indonesia yang semakin penting dalam rantai pasok dan kemitraan ekonomi global.

Pemerintah bahkan telah menyiapkan arah kebijakan ekonomi 2027 melalui tema Higher Growth – Faster Prosperity. Strategi tersebut diarahkan pada pengembangan sektor bernilai tambah tinggi, peningkatan ekspor dan investasi, percepatan digitalisasi, penguatan industri semikonduktor, serta pemanfaatan kecerdasan artifisial. Kebijakan ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya menjaga stabilitas ekonomi saat ini, tetapi juga mempersiapkan fondasi transformasi ekonomi jangka panjang.

Optimisme tersebut semakin diperkuat oleh data Badan Pusat Statistik. Ekonomi Indonesia pada triwulan II 2026 tumbuh 5,29 persen secara tahunan, sedangkan pertumbuhan semester I mencapai 5,45 persen. Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa konsumsi dan permintaan domestik masih menjadi kekuatan utama perekonomian nasional di tengah perlambatan dan ketidakpastian global.

Ketahanan eksternal juga tetap terjaga. Bank Indonesia mencatat cadangan devisa pada akhir September 2026 mencapai 146,3 miliar dolar AS atau setara dengan pembiayaan 5,3 bulan impor. Posisi tersebut memberikan bantalan yang kuat bagi stabilitas ekonomi sekaligus meningkatkan kepercayaan terhadap kemampuan Indonesia menghadapi berbagai tekanan eksternal.

Dari sisi inflasi, pemerintah juga menunjukkan kemampuan menjaga stabilitas harga. Inflasi September 2026 tercatat 3,28 persen dan masih berada dalam sasaran nasional, sementara inflasi inti melandai menjadi 2,84 persen. Pemerintah tetap memberikan perhatian terhadap komponen pangan bergejolak melalui penguatan koordinasi pusat dan daerah, bantuan pangan beras, percepatan SPHP, gerakan pangan murah, optimalisasi cadangan beras pemerintah, serta penguatan produksi pangan.

Pos terkait