Lajutnya, pemerintah akan menjaga momentum tersebut melalui kebijakan yang mendorong hilirisasi, transformasi industri, investasi, serta peningkatan produktivitas. Airlangga menegaskan,
“Hilirisasi dan transformasi industri menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.
Dari sisi perdagangan, Menteri Perdagangan Budi Santoso menilai peningkatan ekspor menunjukkan produk nasional semakin mampu memanfaatkan peluang pasar internasional. Nilai ekspor Indonesia pada Agustus 2026 mencapai USD26,61 miliar, tumbuh 6,72 persen secara tahunan, sementara ekspor industri pengolahan tumbuh 12,48 persen.
Budi menjelaskan bahwa penguatan ekspor tersebut mencerminkan daya tahan sektor perdagangan sekaligus meningkatnya daya saing produk Indonesia.