Dua Tahun Prabowo-Gibran, Energi Bersih Jadi Arah Baru Indonesia

“Pemerintah berkomitmen mengorkestrasikan transisi energi dan pembangunan digital sebagai twin engine penggerak pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Sinergi antara ketersediaan energi bersih yang terjangkau dan akselerasi infrastruktur digital menjadi kunci utama menciptakan iklim investasi berdaya saing global sekaligus mempercepat pencapaian target pertumbuhan jangka panjang,” kata Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto.

Haryo memandang keandalan energi hijau menjadi prasyarat mutlak menopang kebutuhan listrik yang diproyeksikan mencapai 700–800 Terawatt-hour (TWh) pada 2030, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kapasitas pembangkit hingga 100 Gigawatt (GW) peak berbasis energi terbarukan.

“Optimalisasi potensi energi hijau dan digitalisasi secara terpadu merupakan golden moment bagi Indonesia untuk menegaskan posisinya sebagai tuan rumah energi dan pemain utama transisi energi global,” kata Juru Bicara Haryo.

Melalui berbagai langkah tersebut, pemerintahan Prabowo-Gibran dinilai berhasil meletakkan fondasi penting bagi percepatan transisi energi, sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi yang lebih modern, berkelanjutan, dan berdaya saing.

Pos terkait