JAKARTA – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus diperkuat melalui tata kelola kemitraan yang profesional, transparan, dan sesuai mekanisme resmi Badan Gizi Nasional (BGN). Para mitra didorong memahami risiko investasi sekaligus menghindari pihak-pihak yang menjanjikan kemudahan aktivasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
CEO Promedia Group sekaligus Pengamat Kebijakan Publik Agus Sulistriyono menilai keterlibatan dalam program MBG perlu dibangun dengan kesiapan usaha dan perhitungan risiko yang matang. Menurutnya, investasi pada SPPG tetap memiliki dinamika sebagaimana kegiatan usaha pada umumnya.
“Jangan jadi pengusaha kalau mau untungnya saja, lalu mengadu ke sana ke mari ketika rugi. Bisnis bukan hanya soal menerima laba, tetapi juga keberanian menanggung risiko,” kata Agus di Jakarta.