Swasembada Pangan Jadi Modal Kemerdekaan Indonesia Hadapi Gejolak Global

JAKARTA – Di tengah bayang-bayang ketidakpastian ekonomi global dan eskalasi ketegangan geopolitik internasional, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berhasil membuktikan bahwa kedaulatan negara sejatinya bermula dari kedaulatan di atas meja makan. Keberhasilan strategis Indonesia dalam mencapai swasembada pangan kini bukan sekadar deretan angka pencapaian, melainkan menjelma menjadi tameng sekaligus modal utama kemerdekaan bangsa untuk berdiri tegak menghadapi gejolak dunia.

Di tengah ancaman krisis pangan global akibat konflik internasional, pemerintah Indonesia berhasil mencetak rekor surplus pertanian melalui langkah cepat dan kebijakan pro-petani, seperti pemangkasan regulasi, jaminan penyerapan panen, dan kelancaran distribusi pupuk. Berdasarkan data BPS, keberhasilan dalam mengamankan pasokan pangan ini sukses menjadikan sektor pertanian sebagai penggerak utama ekonomi, yang dibuktikan dengan capaian PDB impresif serta rekor Nilai Tukar Petani (NTP) tertinggi sepanjang sejarah.

Menyikapi keberhasilan luar biasa ini, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan fondasi paling esensial dalam pembangunan peradaban dan pertahanan kekuatan suatu negara.

Bacaan Lainnya

“Paling dasar, Anda sudah tahu kalau saya bicara udah berapa puluh tahun pasti saya bicara masalah pangan, masalah perut. Karena ini pelajaran ribuan tahun sejarah. Alhamdulillah kita sudah capai dalam waktu yang singkat ketahanan pangan, swasembada pangan,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo menekankan bahwa kepastian dan kemandirian dalam pemenuhan pangan domestik akan memberikan kekuatan moril serta stabilitas nasional yang kokoh di tengah krisis dunia yang semakin tidak menentu.

“Ini yang membuat kita percaya diri, confident. Apapun terjadi, kita yakin, kita bisa jamin makan untuk bangsa Indonesia,” tegasnya.

Sejalan dengan visi besar tersebut, Kementerian Pertanian terus bergerak memacu produktivitas dari hulu ke hilir. Akselerasi program strategis terus digenjot dengan komitmen penuh untuk menjawab instruksi percepatan target yang diberikan langsung oleh Kepala Negara demi kesejahteraan rakyat.

“Bapak Presiden Prabowo menargetkan swasembada dalam empat tahun, kemudian menjadi tiga tahun, setelah itu dua tahun, dan terakhir target dalam satu tahun,” tutur Amran.

Keberhasilan Indonesia membalikkan keadaan menjadi negara yang berdaulat atas pangannya sendiri diakui merupakan hasil orkestrasi apik dari pemerintah yang senantiasa merangkul seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan.

“Ini bukan kerja satu orang. Ini kerja kita semua. Ada Kementerian Pertanian, Bulog, Badan Pangan Nasional, Pupuk Indonesia, Komisi Informasi, TNI, Polri, Kejaksaan, BUMN, serta penyuluh lapangan, juga para petugas lapangan, dan utamanya ini hasil kerja para petani kita,” ungkapnya.

Keberhasilan capaian swasembada pangan ini menjadi bukti nyata dan tak terbantahkan bahwa di bawah kepemimpinan yang tangguh dan bervisi jauh ke depan, Indonesia tidak hanya sekadar bertahan dari badai krisis global, tetapi juga bangkit menjadi kekuatan ekonomi yang berdikari. Melalui dedikasi dan kerja keras pemerintah yang secara konsisten membela kesejahteraan petani serta menjaga ketahanan nasional, Indonesia kini melangkah semakin mantap menyongsong masa depan bangsa yang berdaulat, adil, makmur, dan sangat dihormati di mata dunia.***

Pos terkait