Nabire, Papua Tengah – Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa, mengatakan program pendidikan merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan akses pendidikan sekaligus mengurangi angka putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi.
“Tahun ini kami membiayai 58.920 siswa SMP, SMA, SMK, SLB dan asrama sekolah di Papua Tengah dengan anggaran Rp77,8 miliar,” kata Meki saat membuka Festival Cahaya Kreasi Budaya Pelajar Tahun 2026 di Nabire, Papua Tengah.
Meki menyatakan bahwa Papua Tengah menjadi provinsi pertama di Tanah Papua yang mengalokasikan anggaran pendidikan gratis dalam jumlah besar untuk menjangkau peserta didik di seluruh wilayah provinsi.
“Dengan adanya program ini, tidak ada lagi alasan bagi anak-anak untuk tidak bersekolah karena terkendala biaya pendidikan,” tegas Meki.
Pihaknya juga berupaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan kapasitas dan kesejahteraan guru. Pada 2025 telah memfasilitasi sertifikasi bagi 801 guru. Pada 2026, pemerintah kembali menargetkan 1.000 guru memperoleh sertifikasi, dan jumlah yang sama akan didanai pada 2027.
“Dalam tiga tahun kami membiayai hampir 3.000 guru untuk mendapatkan sertifikasi. Kami juga memberikan tambahan insentif bagi para guru,” jelasnya.
Selain itu, peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik menjadi bagian penting dalam upaya memajukan mutu pendidikan di Papua Tengah. Diharapkan seluruh program yang telah disiapkan pemerintah daerah dapat dimanfaatkan secara optimal oleh siswa, guru, maupun sekolah penerima manfaat.
“Kami ingin anak-anak Papua Tengah tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki kejujuran, integritas, dan semangat untuk terus maju,” tambahnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Tengah Nurhaidah Nawipa mengatakan program pendidikan gratis ini menjangkau 148 SMP serta 132 SMA, SMK, SLB dan asrama sekolah yang tersebar di delapan kabupaten.
“Sudah menjangkau semua sekolah dan pembiayaannya bersumber dari dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) yang disalurkan pemerintah provinsi kepada sekolah-sekolah penerima,” jelasnya.
Nurhaidah juga menilai bahwa kebijakan pendidikan gratis yang dibarengi dengan bantuan biaya kuliah telah memberikan dampak positif dalam menekan angka putus sekolah di Papua Tengah.
“Kebijakan ini membantu siswa dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu agar tetap dapat melanjutkan pendidikan tanpa terbebani masalah biaya,” pungkas Nurhaidah/
Sebagai informasi, Pemerintah Provinsi Papua Tengah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp77,8 miliar untuk membiayai program pendidikan gratis bagi siswa jenjang SMP, SMA, SMK, SLB dan asrama sekolah pada tahun 2026. Program ini merupalam salah satu program prioritas Gubernur Meki Nawipa dan Wakil Gubernur Deinas Geley yang mulai dijalankan sejak 2025 lalu. [*]