KALABAHI, WARTAALOR.COM — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyampaikan pernyataan sikap resmi terkait laporan utama Majalah Tempo edisi 13 April 2026 yang dinilai merugikan citra partai.
Dalam pernyataan tertulis yang ditandatangani Ketua DPD NasDem Alor, Deni Padabang, bersama Sekretaris Joni Tulimau, disebutkan bahwa judul sampul Majalah Tempo “PT NasDem Indonesia Raya Tbk” dinilai telah membangun framing negatif terhadap Partai NasDem.
Menurut DPD NasDem Alor, penggunaan judul tersebut dianggap tidak sejalan dengan ideologi Partai NasDem yang berlandaskan prinsip nasionalisme, demokratisasi, dan religiusitas. Selain itu, isi laporan utama majalah tersebut juga dinilai membentuk opini publik bahwa Partai NasDem dipertukarkan dengan kepentingan pragmatis.
“Framing dan pembentukan opini dalam laporan tersebut kami nilai sebagai upaya sistematis yang merendahkan martabat pimpinan serta institusi Partai NasDem,” demikian kutipan pernyataan sikap tersebut, yang dibacakan oleh Ketua DPD Partai NasDem Alor, Deni Padabang dihadiri para simpatisan partai di Sekretariat DPD Partai NasDem, Rabu, (15/4/2026).
Atas dasar itu, DPD NasDem Kabupaten Alor bersama kader Partai NasDem se-Nusa Tenggara Timur menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pihak Majalah Tempo.
Pertama, Majalah Tempo diminta untuk menyampaikan permohonan maaf secara tertulis kepada pimpinan dan institusi Partai NasDem. Permintaan maaf tersebut diminta dimuat dalam edisi berikutnya secara berturut-turut selama satu bulan.
Kedua, Majalah Tempo diminta untuk tidak mengulangi pemberitaan dengan framing serupa di masa mendatang.
DPD NasDem Alor juga menegaskan bahwa apabila tuntutan tersebut tidak dipenuhi, kader Partai NasDem NTT akan mendatangi kantor Majalah Tempo sebagai bentuk protes.
Pernyataan ini, menurut mereka, merupakan bagian dari tanggung jawab politik dan moral dalam menjaga marwah partai sekaligus mendorong terciptanya kehidupan pers yang tetap menjunjung tinggi etika dan profesionalitas.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Majalah Tempo terkait pernyataan sikap tersebut. ***(joka)
