Oleh: Yuliana Dewi )*
Pemerintah memperkuat komitmen dalam memperluas akses hunian layak melalui penguatan program rumah subsidi dan bedah rumah. Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk memastikan masyarakat, khususnya berpenghasilan rendah, dapat tinggal di lingkungan yang aman dan sehat.
Pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto mengambil langkah konkret dengan meningkatkan skala program perumahan. Keputusan tersebut ditetapkan dalam rapat terbatas sebagai bentuk percepatan penanganan kebutuhan hunian di berbagai daerah.
Program bedah rumah menjadi salah satu fokus utama dengan peningkatan kuota secara signifikan. Pemerintah menargetkan 400.000 unit rumah akan diperbaiki pada 2026 dan didistribusikan merata ke seluruh kabupaten dan kota di Indonesia.
Kebijakan peningkatan ini mencerminkan arah pembangunan yang semakin progresif. Pemerintah tidak hanya memperbaiki kondisi fisik rumah, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, menilai program tersebut memiliki dampak strategis bagi perekonomian nasional. Ia menyampaikan bahwa program ini berpotensi menggerakkan ekonomi sekaligus memperkuat prinsip keadilan sosial.
Pemerintah juga mengintegrasikan program bedah rumah dengan pembangunan rumah subsidi. Pendekatan ini dilakukan untuk memperluas akses kepemilikan hunian bagi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan ekonomi.
Pemerintah mempercepat pembangunan rumah susun sebagai solusi di kawasan perkotaan. Langkah ini diarahkan untuk mengatasi keterbatasan lahan serta menata kawasan permukiman yang semakin padat.
Presiden mengarahkan pemanfaatan lahan milik negara untuk pembangunan hunian vertikal. Aset strategis, termasuk milik BUMN seperti sektor perkeretaapian, mulai dioptimalkan untuk mendukung program tersebut.
Pemerintah memperluas lokasi pembangunan ke berbagai kota. Selain Jakarta, wilayah seperti Bandung telah diidentifikasi sebagai kawasan potensial untuk pengembangan hunian vertikal.