Bimbing Anak-anak Bahasa Inggris, Lembaga JF Course Teken MoU dengan 12 Kelompok PPA di Alor

3. Dan yang terakhir 20% penilaian terhadap etika peserta didik

“Sehingga bapak/mama orangtua, bapak ibu/pendeta pendeta, kordinator dan adik-adik, setelah penandatanganan MoU ini berlangsung maka kita telah memiliki komitmen yang sama untuk mengontrol dan mengawasi berjalannya seluruh proses belajar anak selama periode kursus sejak 1 Juli 2025 sampai pada penyerahan sertifikat hasil belajar”, ujarnya

Pimpinan Lembaga JF Course berpose dengan bapak ibu pendeta dan pengurus PPA

Lembaga JF Course dan PPA, kata Louwen, hanyalah alat yang dipakai Tuhan untuk menjawab doa dan pergumulan dari orangtua, bapak/ibu pendeta dan seluruh orang Alor. Dalam hal peningkatan SDM yang memadai dan mampu berirama dalam melodi perubahan.

Dia melanjutkan, di era globalisasi saat ini kemampuan bahasa Inggris menjadi sangat bermanfaat bagi generasi muda, antara lain seperti peningkatan peluang kerja, kemudahan akses informasi, perluasan wawasan, kesempatan meraih beasiswa dan kemampuan berkomunikasi dengan lebih banyak orang di seluruh dunia.

“Dan jangan lupa bapak/mama, bahwa Kabupaten Alor hari ini telah menjadi tujuan destinasi wisata yang semakin digemari oleh banyak wisatawan, baik domestik atapun mancanegara. Karna secara geografis Alor adalah pulau kepulauan,p sehingga banyak menawarkan berbagai tempat wisata yang menarik mulai dari wisata pantai, wisata bawah laut, wisata budaya, wisata air terjun hingga bukit dengan pesona alam yang indah”, pungkasnya.

Dijelaskan Louwen bahwa, berbagai potensi alam yang kaya inilah kemudian semakin memperkuat alasan Kabupaten Alor ke depan akan terus dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai penjuru dan akan lebih dikenal oleh dunia luar.

“Peluang begitu terbuka untuk generasi kita, dan hari ini secara sadar PPA dan Gereja telah membangun kesiapan SDM yang nantinya diharapkan akan menjadi penyeimbang untuk menyambut peluang yang akan datang tersebut melalui program kemitraan bersama Lembaga JF Course”, ujar Louwen menjelaskan.

Louwen mengatakan, peristiwa hari ini adalah investasi untuk perjalanan yang panjang. Kunci dari perjalanan yang panjang adalah berjalan bersama dengan satu hati dan satu tujuan. Maka dengan demikian, kita mampu letakan fondasi perubahan yang kuat bagi generasi muda Kabupaten Alor untuk bangsa dan negara.

Bacaan Lainnya

“Yang terakhir, pada kesempatan yang baik ini kami juga mengajak seluruh generasi muda Alor untuk mau bergerak bersama. Harus diingat bahwa pemuda adalah tulang punggung Negara, maka sebagai orang muda kita memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan dan kemajuan daerah ini,” katanya.

“Seperti apa yang disampaikan Bung Karno, berikan aku 1000 orang tua niscaya akan ku pindahkan Gunung Sameru dari akar-akarnya. Dan berikan aku 10 Pemuda akan ku goncangkan dunia. Maka ayo pemuda Alor, kita guncangkan dunia dengan menguasai bahasa Inggris”, ujar Louwen menutup. ***(joka)

Pos terkait