Jakarta – Pemerintah terus berkomitmen untuk memastikan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan dengan aman dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. Program ini bertujuan untuk menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak sekolah dan kelompok rentan lainnya di Indonesia. Dalam menjalankan program ini, pemerintah melibatkan berbagai pihak, termasuk badan usaha milik desa (BUMDes), penyedia pangan, hingga lembaga asuransi, untuk mengatasi segala potensi risiko yang mungkin terjadi, seperti keracunan makanan dan gangguan operasional lainnya.
Dody Achmad Sudiyar Dalimunthe, Direktur Utama PT Asuransi Asei Indonesia, menekankan bahwa asuransi memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung kelangsungan program MBG. “Asuransi berperan sebagai penjaga keberlangsungan, keandalan, dan perlindungan bagi semua pihak yang terlibat, dari pemerintah hingga anak-anak penerima manfaat,” jelas Dody. Perlindungan asuransi dalam program ini tidak hanya mencakup keracunan makanan atau gangguan kesehatan akibat konsumsi, tetapi juga risiko lain seperti kecelakaan transportasi atau kerusakan bahan pangan.