Banjarmasin— Pemerintah terus memperkuat langkah strategis dalam mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Guna mengoptimalkan penanganan di daerah rawan, pemerintah memperluas keterlibatan dunia usaha dalam penanganan karhutla di Kalimantan Selatan dengan menggerakkan sekitar 350 perusahaan untuk mendukung upaya pemerintah dan Satgas di lapangan.
Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan penanganan karhutla berjalan lebih masif, efektif, dan terintegrasi.
“Penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai pihak karena pemerintah tidak dapat bekerja sendiri menghadapi persoalan yang berdampak luas tersebut,” kata Hanif.
Menurutnya, keberadaan sektor swasta sangat krusial dalam memperkuat barisan pertahanan di titik-titik rawan pemandaman.