Keterlibatan sektor swasta diarahkan pada penyediaan personel, sarana pemadaman, sumber air, alat berat, serta dukungan lain yang dibutuhkan sesuai kondisi wilayah.
“Ini ada 350-an dunia usaha yang bergerak. Secara bertahap kita minta berkontribusi langsung dalam bentuk personel dan peralatan,” tuturnya.
Langkah akselerasi ini diharapkan dapat mempercepat respons saat terjadi munculnya titik api sekaligus mencegah meluasnya dampak kebakaran.
Hanif menjelaskan bahwa pemerintah menilai perusahaan, khususnya yang beroperasi di kawasan rawan kebakaran, mempunyai tanggung jawab penting dalam memperkuat pencegahan dan respons cepat.