Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho menyampaikan bahwa percepatan dilakukan melalui koordinasi dengan perbankan dan pengembang, validasi data calon debitur, serta penguatan tim teknis untuk mengatasi hambatan administrasi.
“Teman-teman tim teknis langsung kami kawal, apa yang menjadi kendala. Kalau ada yang terkait dengan pengembang, langsung kami koordinasikan dengan pengembang supaya ada percepatan,” ujar Heru.
Berdasarkan data BP Tapera per 20 Oktober 2026, penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) mencapai 185.333 unit dengan nilai pembiayaan Rp23,09 triliun. Realisasi tersebut setara 52,95 persen dari target nasional sebanyak 350.000 unit pada 2026.