Selain pengendalian inflasi dan nilai tukar, Wilson memandang besarnya pasar domestik sebagai kekuatan ekonomi Indonesia. Jumlah penduduk yang besar menciptakan permintaan konsumsi yang dapat membantu mempertahankan aktivitas ekonomi ketika tekanan eksternal meningkat.
Namun, ia mengingatkan ketahanan ekonomi jangka panjang tidak cukup hanya mengandalkan konsumsi masyarakat. Pemerintah perlu terus memperkuat kualitas sumber daya manusia, memperluas kesempatan kerja, serta membangun kepastian pendapatan masyarakat.
Dengan kombinasi stabilitas makroekonomi, koordinasi kebijakan yang solid, dan peningkatan produktivitas nasional, Indonesia diharapkan semakin mampu menghadapi gejolak global sekaligus memastikan manfaat pertumbuhan ekonomi menjangkau masyarakat secara lebih luas dan merata.
Wilson juga menilai kebijakan ekonomi harus memberikan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat. Stabilitas harga, tersedianya pekerjaan, dan peningkatan penghasilan menjadi unsur penting untuk memperkuat konsumsi rumah tangga, sekaligus menciptakan fondasi pertumbuhan lebih berkualitas.