Oleh: Alexander Royce*)
Ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh luas lahan dan hasil panen, tetapi juga oleh seberapa mudah petani memperoleh sarana produksi dengan harga terjangkau. Karena itu, penyaluran pupuk bersubsidi melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) layak dilihat sebagai langkah penting untuk mendekatkan layanan ekonomi kepada masyarakat desa. Koperasi tidak sekadar menjadi tempat transaksi, melainkan dapat menjadi simpul distribusi yang memperpendek jarak antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan petani di lapangan.
Dampak perubahan itu terlihat di Desa Tambakrejo, Kecamatan Waru, Sidoarjo, Jawa Timur. Sebelumnya, ketiadaan kios pupuk resmi membuat petani harus pergi ke tempat lain untuk mendapatkan pupuk bersubsidi. Kini, KDKMP setempat menjadi titik penebusan yang lebih dekat. Pengalaman sederhana ini menunjukkan bahwa keberhasilan kebijakan pangan kerap ditentukan oleh hal yang sangat praktis, seperti waktu tempuh, kemudahan prosedur, kepastian harga, dan ketersediaan barang ketika dibutuhkan.
Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menjelaskan bahwa perusahaan mendukung penyaluran pupuk bersubsidi melalui KDKMP untuk memperluas akses petani sekaligus menjaga kelancaran distribusi. Dukungan itu tidak berhenti pada pengiriman pasokan, tetapi juga mencakup edukasi dan pendampingan teknis kepada pengelola koperasi agar memahami mekanisme penebusan serta tata kelola penyaluran. Dengan demikian, koperasi yang siap beroperasi dapat menjadi bagian dari jaringan distribusi resmi, bukan sekadar gerai yang menunggu pasokan.