Billy mengapresiasi perluasan layanan tersebut, sekaligus mengingatkan pentingnya memastikan manfaatnya dirasakan langsung oleh anak-anak.
“Keberhasilan MBG tidak cukup diukur dari banyaknya dapur yang dibangun, melainkan dari berapa banyak anak-anak Papua yang benar-benar menerima kebutuhan gizi tersebut,” jelasnya.
Selain meningkatkan kualitas gizi, program ini berpotensi menggerakkan perekonomian lokal melalui keterlibatan petani, nelayan, peternak, dan pelaku UMKM.
“Manfaatnya bisa dua sekaligus yaitu anak-anak mendapatkan gizi, sementara ekonomi masyarakat lokal ikut bergerak,” ujarnya.
Billy berharap MBG terus diperluas hingga wilayah pedalaman dengan pengawasan kualitas makanan, keamanan pangan, dan distribusi yang baik.