Meski demikian, keberhasilan MBG perlu diukur berdasarkan dampak nyata bagi penerima manfaat, bukan hanya jumlah dapur yang dibangun. Pemerintah perlu memastikan makanan bergizi benar-benar diterima anak-anak secara merata, dengan memperhatikan kualitas makanan, keamanan pangan, ketepatan distribusi, dan evaluasi berkala. Kondisi geografis Papua menuntut pendekatan pelaksanaan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing wilayah, mulai dari kawasan pesisir hingga pegunungan dan pedalaman. Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, sekolah, masyarakat, serta pelaksana program juga diperlukan agar layanan berjalan konsisten dan manfaatnya dirasakan secara berkelanjutan.
Selain meningkatkan kualitas kesehatan anak, MBG berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat Papua. Pengadaan bahan pangan dari petani, nelayan, peternak, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal dapat memperluas peluang usaha serta memperkuat rantai pasok pangan daerah. Keterlibatan pelaku usaha setempat berpotensi meningkatkan permintaan terhadap hasil pertanian, perikanan, dan peternakan sekaligus membuka peluang pendapatan. Dengan tata kelola yang baik, program pemenuhan gizi dapat menghasilkan manfaat ganda: memperbaiki asupan gizi anak sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat. Hal ini perlu didukung pendataan pemasok, standar mutu, dan pengawasan agar manfaat ekonomi tersalurkan secara tepat. Ke depan, pemantauan hasil perlu dilakukan terbuka dengan melibatkan sekolah, keluarga, dan masyarakat, sehingga pelaksanaan program dapat terus diperbaiki berdasarkan kebutuhan penerima manfaat serta kondisi di setiap daerah.
Keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis di Papua perlu menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam mempercepat pembangunan manusia dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Perluasan akses gizi, penguatan pengawasan, serta pelibatan pelaku usaha lokal merupakan langkah penting untuk memastikan manfaat program dirasakan secara merata hingga wilayah terpencil. Dukungan berbagai pihak diharapkan mampu menjadikan MBG sebagai penggerak peningkatan kualitas generasi muda sekaligus penguatan ekonomi masyarakat Papua. Melalui kebijakan yang konsisten dan pelaksanaan yang tepat sasaran, pemerintahan Prabowo-Gibran memiliki peluang memperkuat fondasi pembangunan Papua yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan, sekaligus mempersiapkan generasi penerus yang sehat, cerdas, mandiri, serta mampu berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.