Salah satu pertimbangan dalam pengembangan CNG adalah potensi efisiensi biaya energi. Bahlil menyampaikan bahwa harga CNG pada sejumlah penggunaan komersial dapat lebih rendah sekitar 30–40 persen dibandingkan LPG. Meski demikian, penghematan yang diterima masyarakat nantinya akan bergantung pada biaya pengolahan, pengisian tabung, pengangkutan, dan penyaluran hingga konsumen, sehingga perhitungan harga akhir menjadi bagian penting dalam penyusunan kebijakan.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menjelaskan bahwa pemerintah telah melakukan uji coba CNG selama satu bulan. Saat ini, hasil pengujian sedang dievaluasi untuk menilai kesiapan teknologi, operasional, dan model bisnis sebelum penerapan dimulai. Proses tersebut diperkirakan masih membutuhkan beberapa bulan, dengan target implementasi pada 2027 setelah persiapan dinyatakan memadai.
Kesiapan tabung menjadi salah satu unsur penting dalam pelaksanaan program. Laode menyebutkan bahwa pemerintah telah menyiapkan kontrak pengadaan sebanyak 100.000 tabung CNG untuk mendukung kebutuhan implementasi awal. Namun, tahapan distribusi dan mekanisme penyalurannya kepada masyarakat masih menunggu penyelesaian persiapan, sedangkan pengumuman resmi mengenai pelaksanaan program akan disampaikan pemerintah setelah evaluasi dan penyusunan skema bisnis rampung.
Aspek keselamatan perlu menjadi prioritas karena CNG disimpan dalam kondisi bertekanan tinggi. Tabung yang digunakan harus memenuhi standar teknis, disertai prosedur pengisian, pemeriksaan, penyimpanan, dan pengangkutan yang sesuai ketentuan. Pemerintah juga perlu memastikan kesiapan fasilitas pengisian serta kompetensi petugas yang menangani gas agar penggunaan CNG dapat memberikan manfaat tanpa mengabaikan perlindungan konsumen.
Selain keselamatan, kemudahan akses akan menentukan penerimaan masyarakat terhadap CNG. Distribusi harus dirancang agar konsumen dapat memperoleh tabung pengganti dengan mudah, sementara ketersediaan pasokan perlu dijaga supaya kebutuhan energi rumah tangga dan UMKM tidak terganggu. Sistem penyaluran yang praktis, harga yang terjangkau, dan informasi penggunaan yang jelas akan membantu masyarakat memahami karakteristik CNG sebagai alternatif LPG.