“Keberhasilan MBG tidak cukup diukur dari banyaknya dapur yang dibangun, melainkan dari berapa banyak anak-anak Papua yang benar-benar menerima kebutuhan gizi tersebut,” ungkapnya.
Selain meningkatkan kualitas kesehatan dan pendidikan, MBG berpotensi mendorong perekonomian lokal melalui keterlibatan petani, nelayan, peternak, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai pemasok bahan pangan.
Billy berharap perluasan program terus dilakukan hingga kampung-kampung terpencil, dari pesisir hingga pegunungan. Ia menegaskan, investasi pada gizi anak merupakan bagian penting dalam menyiapkan masa depan Papua.
“Anak-anak Papua berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk maju, Papua sehat, Papua cerdas, Indonesia kuat,” pungkas Billy.