“Bagaimana mungkin kita mengharapkan anak-anak Papua bisa menjadi dokter, insinyur, guru, atau pemimpin masa depan kalau kebutuhan gizi mereka saat ini belum terpenuhi dengan baik,” tegasnya.
Secara nasional, hingga akhir Agustus 2026, program MBG dilaporkan telah menjangkau sekitar 57 juta penerima manfaat. Di Papua, pemerintah menyiapkan pengembangan 2.500 dapur pelayanan gizi, termasuk sekitar 1.400 dapur untuk wilayah terpencil.
Pada awal Oktober 2026, sebanyak 13 dapur pelayanan gizi tambahan diluncurkan di Provinsi Papua, dengan 10 di antaranya berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar.
Billy menilai langkah tersebut mencerminkan perhatian pemerintah terhadap pemerataan pemenuhan gizi anak Papua. Meski demikian, pelaksanaan program perlu disertai pengawasan kualitas makanan, keamanan pangan, serta distribusi yang menjangkau masyarakat di pedalaman.