“Indonesia perlu memperkuat ketahanan pangan dan energi serta meningkatkan koordinasi kebijakan ekonomi untuk menghadapi risiko global. Langkah antisipatif diperlukan agar gejolak eksternal tidak menimbulkan tekanan berlebihan terhadap perekonomian domestik,” ujar Telisa.
Ia turut menyoroti pentingnya kerja sama pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, media, dan lembaga pengawas dalam memastikan kebijakan berjalan efektif.
“Pemerintah perlu terbuka terhadap kritik dan masukan berbasis data. Seluruh pemangku kepentingan juga perlu berkontribusi dalam pengawasan dan perbaikan kebijakan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara luas,” tutupnya.
Penguatan kualitas pekerjaan, keberlangsungan usaha, dan ketahanan ekonomi perlu berjalan beriringan agar pembangunan menghasilkan manfaat yang terukur bagi masyarakat. Evaluasi kebijakan secara berkala menjadi bagian penting untuk memastikan perluasan kesempatan kerja dan peningkatan kesejahteraan berlangsung secara berkelanjutan.