Sementara itu, ekonom Center of Reform on Economics (CORE), Dipo Satria Ramli, menilai pemerintah sejauh ini mampu menjaga harga BBM bersubsidi di tengah tekanan geopolitik. Ia menyoroti keputusan mempertahankan harga BBM bersubsidi sebesar Rp10.000 per liter, meskipun gejolak pasar energi global turut memengaruhi harga BBM nonsubsidi.
“Untuk harga BBM tidak dinaikkan ya, walaupun mungkin ada isu-isu lain, tetapi faktanya bahwa sampai hari ini subsidi BBM belum dinaikkan, tetap di Rp10.000 menurut saya itu adalah hal yang sangat baik,” ujar Dipo
Ke depan, pemerintah perlu menjaga konsistensi pasokan, memperkuat diversifikasi sumber impor, serta memantau perkembangan konflik dan jalur distribusi strategis. Upaya tersebut penting untuk menjaga ketahanan energi nasional sekaligus membatasi dampak gejolak global terhadap masyarakat dan perekonomian Indonesia. (*)