Selain Solar, pemerintah mendorong pengembangan bahan bakar berbasis etanol untuk menekan impor bensin. Konsumsi bensin nasional mencapai sekitar 40 juta kiloliter per tahun, sementara produksi domestik berkisar 18 juta hingga 19 juta kiloliter.
Pemerintah menyiapkan pengembangan mandatori campuran etanol hingga E50 secara bertahap mulai 2027, dengan bahan baku berupa tebu, singkong, dan jagung.
“Kita mau dorong sampai dengan E50, belajar daripada solar yang B50, dari B10 sampai B50. Supaya apa? Ini bahan bakunya dari tebu, singkong, jagung, nah ini bisa membangun kawasan pertumbuhan ekonomi baru,” tandasnya.
Melalui diversifikasi energi dan optimalisasi sumber daya domestik, pemerintah berupaya menjaga ketahanan pasokan BBM sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah.