Bahlil menyampaikan, konsumsi BBM nasional mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari (bph), sedangkan produksi minyak siap jual atau lifting domestik berada di kisaran 600.000 bph. Kesenjangan tersebut membuat Indonesia masih membutuhkan impor minyak untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Sekitar 23% pasokan minyak mentah Indonesia sebelumnya juga melintasi Selat Hormuz.
Untuk mengurangi ketergantungan impor, pemerintah mengandalkan program biodiesel 50% atau B50, yakni pencampuran 50% bahan bakar nabati Fatty Acid Methyl Esters (FAME) berbasis minyak sawit atau CPO ke dalam Solar.
“Tetapi kita bersyukur untuk solar kita sudah mempunyai CPO yang kita jadikan FAME untuk menjadi B50. Jadi Solar kita tidak lagi impor, udah clear,” tegasnya.