Optimisme terhadap prospek ekonomi Indonesia juga didukung oleh karakteristik domestik yang menjadi keunggulan tersendiri. Indonesia memiliki pasar yang besar, jumlah penduduk usia produktif yang melimpah, serta kekayaan sumber daya alam yang beragam. Potensi tersebut dapat menjadi kekuatan apabila dikelola melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan industri pengolahan, dan pengembangan investasi bernilai tambah. Untuk itu, hilirisasi menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan nilai ekonomi komoditas, memperluas kesempatan kerja, serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.
Keberhasilan pemerintah selama setahun juga perlu menjadi pijakan untuk memperkuat kepercayaan masyarakat dan pelaku usaha terhadap arah pembangunan nasional. Berbagai kebijakan yang mendukung investasi, pembangunan infrastruktur, penguatan industri, dan peningkatan aktivitas ekonomi perlu terus dievaluasi agar memberikan hasil yang terukur. Tantangan global, mulai dari ketidakpastian kebijakan moneter internasional hingga perubahan permintaan pasar, menuntut pemerintah untuk menjaga koordinasi kebijakan fiskal dan moneter. Di sisi lain, dunia usaha membutuhkan kepastian regulasi, kemudahan berusaha, serta iklim investasi yang kondusif agar dapat memperluas kegiatan produktif dan menyerap lebih banyak tenaga kerja.
Optimisme ekonomi Indonesia harus dibangun melalui perpaduan antara keyakinan dan kerja nyata. Pertumbuhan 5,45 persen pada semester I 2026 memberikan alasan untuk melihat prospek ekonomi secara positif, tetapi capaian tersebut tetap perlu dijaga melalui kebijakan yang konsisten, pengelolaan sumber daya yang tepat, dan pemerataan manfaat pembangunan. Dengan menjaga stabilitas sekaligus mendorong produktivitas, Indonesia memiliki peluang untuk mempertahankan pertumbuhan di tengah tekanan global serta mewujudkan perekonomian yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.
)* penulis merupakan pengamat kebijakan ekonomi