Selain keterampilan konvensional, transformasi digital turut membuka ruang peningkatan produktivitas tenaga kerja. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, menekankan bahwa adopsi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di dunia kerja harus berorientasi pada manusia. Pemanfaatan teknologi diharapkan membantu pekerja menyelesaikan tugas secara lebih efisien, meningkatkan kualitas hasil kerja, dan memperkuat daya saing perusahaan. Dengan peningkatan kompetensi digital, tenaga kerja Indonesia memiliki peluang lebih besar untuk beradaptasi dengan perubahan kebutuhan pekerjaan.
Sementara itu, transisi menuju ekonomi hijau menghadirkan peluang baru bagi penciptaan lapangan kerja berkelanjutan. Pengembangan kendaraan listrik, energi terbarukan, dan praktik produksi yang lebih ramah lingkungan membutuhkan tenaga kerja dengan keahlian khusus. Kemnaker menyoroti potensi pekerjaan hijau atau green jobs seiring meningkatnya kebutuhan kompetensi yang mendukung transformasi tersebut. Peluang ini dapat dimanfaatkan untuk menyiapkan tenaga kerja masa depan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih memperhatikan kelestarian lingkungan.
Ke depan, sinergi pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan pekerja menjadi kunci untuk memastikan manfaat pembangunan ketenagakerjaan dirasakan secara luas. Perluasan akses pelatihan, penguatan perlindungan pekerja, peningkatan kualitas hubungan industrial, serta pemerataan investasi harus terus berjalan beriringan. Perhatian terhadap pekerja informal, perempuan, penyandang disabilitas, dan kelompok muda juga diperlukan agar pertumbuhan kesempatan kerja semakin inklusif.
Dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran menjadi momentum untuk memperkuat arah pembangunan yang menempatkan manusia sebagai pusat pertumbuhan ekonomi. Capaian investasi dan berbagai program peningkatan keterampilan memberikan fondasi penting bagi perluasan kesempatan kerja. Tantangan berikutnya adalah memastikan fondasi tersebut berkembang menjadi pekerjaan yang lebih layak, produktif, adaptif terhadap teknologi, dan berkelanjutan. Dengan konsistensi kebijakan serta kolaborasi lintas sektor, pembangunan ketenagakerjaan diharapkan mampu memperkuat daya saing Indonesia sekaligus menghadirkan kesejahteraan yang semakin nyata bagi masyarakat.