Sinyal Ekonomi Menguat Menunjukkan Daya Tahan RI di Tengah Tekanan Global

Selanjutnya, penguatan fundamental ekonomi nasional terlihat dari sejumlah indikator yang memasuki triwulan IV-2026. Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto menyampaikan bahwa stabilitas harga tetap terjaga, kinerja perdagangan eksternal menguat, dan aktivitas manufaktur kembali memasuki fase ekspansi. Ketiga indikator tersebut tercermin dari perkembangan inflasi September 2026, neraca perdagangan Agustus 2026, serta Purchasing Managers’ Index atau PMI Manufaktur September 2026. Kombinasi stabilitas harga, perdagangan yang sehat, dan ekspansi manufaktur menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak hanya bertumpu pada konsumsi, tetapi mulai ditopang aktivitas produksi dan sektor eksternal. Kondisi tersebut memperkuat keyakinan bahwa ekonomi Indonesia memasuki penghujung 2026 dengan fondasi yang relatif solid.

Selain itu, kekuatan permintaan domestik menjadi salah satu alasan utama mengapa Indonesia mampu bertahan ketika ekonomi global menghadapi tekanan. Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Asia Franziska Lieselotte Ohnsorge menilai bahwa pertumbuhan Indonesia sejauh ini masih ditopang kuatnya permintaan domestik. Perspektif tersebut menunjukkan pentingnya menjaga daya beli masyarakat sebagai bagian dari strategi mempertahankan momentum ekonomi nasional. Kebijakan pemerintah yang mendorong konsumsi produktif, memperluas kesempatan kerja, memperkuat perlindungan sosial, dan menjaga stabilitas harga memiliki relevansi langsung terhadap kekuatan permintaan tersebut. Ketika konsumsi masyarakat tetap terjaga, dunia usaha memperoleh ruang lebih besar untuk mempertahankan produksi, melakukan ekspansi, dan menciptakan lapangan kerja.

Di sisi lain, ketahanan konsumsi tidak dapat dipisahkan dari stabilitas sektor jasa keuangan sebagai salah satu fondasi perekonomian. Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi menilai sektor jasa keuangan tetap stabil di tengah ketidakpastian geopolitik dan pengetatan kebijakan moneter global. Terjaganya inflasi turut menopang permintaan domestik dan konsumsi masyarakat, sementara stabilitas sektor keuangan memastikan aktivitas ekonomi dapat berjalan tanpa gangguan berarti. Kenaikan proyeksi pertumbuhan Indonesia sebesar 0,5 poin persentase juga dipandang mencerminkan meningkatnya kepercayaan global terhadap daya tahan perekonomian nasional. Artinya, stabilitas sektor keuangan dan kredibilitas kebijakan ekonomi pemerintah menjadi bagian penting dari persepsi positif terhadap prospek Indonesia.

Pos terkait