JAKARTA — Perekonomian Indonesia dinilai memiliki daya tahan yang cukup kuat dalam menghadapi ketidakpastian global yang masih tinggi. Stabilitas makroekonomi, kondisi perbankan yang solid, serta investasi yang terus bergerak menjadi sejumlah faktor yang menopang ketahanan ekonomi nasional sepanjang 2026.
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Solikin M. Juhro mengatakan sistem keuangan Indonesia tetap kuat di tengah meningkatnya tekanan dan dinamika global. Menurutnya, ketahanan tersebut ditopang fundamental ekonomi yang memadai sekaligus kemampuan sistem keuangan beradaptasi terhadap perubahan.
“Layaknya akar bambu yang kokoh untuk bertahan menghadapi tekanan namun lentur mengikuti arah angin, demikian pula sistem keuangan kita dengan fundamental ekonomi yang kuat dalam menghadapi guncangan, namun tetap responsif dan adaptif terhadap perubahan yang terjadi,” ujar Solikin.